Inseminasi Buatan Jadi Strategi Baru Gorontalo Kembangkan Peternakan

Inseminasi Buatan Jadi Strategi Baru Gorontalo Kembangkan Peternakan
Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadikan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik sebagai strategi baru dalam pengembangan peternakan sapi di Gorontalo
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadikan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik sebagai strategi baru dalam pengembangan peternakan sapi di Gorontalo, seiring kebijakan efisiensi anggaran yang mendorong perubahan pola bantuan ternak kepada masyarakat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo, Averus Zainudin, mengatakan pemerintah mulai mengurangi pengadaan bantuan sapi dan mengalihkan fokus pengembangan peternakan melalui program inseminasi buatan yang dinilai lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Di tengah efisiensi anggaran, pengembangan ternak melalui inseminasi buatan menjadi pilihan yang lebih rasional karena manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak peternak dibandingkan bantuan sapi secara langsung,” kata Averus, Jumat (05/06/2026).

Menurut dia, program IB tidak hanya berorientasi pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga memperbaiki kualitas genetik sapi yang dimiliki peternak melalui pemanfaatan semen dari pejantan unggul.

Dengan metode tersebut, peternak dapat memperoleh anakan sapi berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli atau memelihara sapi pejantan.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, pemerintah provinsi berencana meningkatkan kapasitas petugas inseminator, memperkuat pelayanan di lapangan, serta memperluas sosialisasi kepada masyarakat agar semakin banyak peternak memanfaatkan teknologi reproduksi ternak tersebut.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas petugas dan pelayanan inseminasi buatan. Sosialisasi juga akan diperkuat agar masyarakat memahami manfaat program ini,” ujarnya.

Averus menjelaskan fasilitas inseminasi buatan akan diberikan secara gratis kepada peternak. Masyarakat hanya perlu membayar jasa petugas yang melakukan pelayanan di lapangan.

Inseminasi Buatan merupakan teknologi reproduksi ternak dengan cara memasukkan semen atau sperma dari pejantan unggul yang telah diproses ke dalam saluran reproduksi ternak betina yang sedang berahi. Proses tersebut dilakukan oleh petugas khusus yang disebut inseminator menggunakan alat inseminasi khusus.

Selain menghasilkan keturunan dengan kualitas genetik yang lebih baik, metode ini juga mampu menghemat biaya pemeliharaan ternak, mencegah penularan penyakit yang dapat terjadi melalui perkawinan alami, serta membantu peternak mengatur jarak kelahiran ternak secara lebih terencana.

Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis optimalisasi program inseminasi buatan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas sektor peternakan sekaligus mendukung target daerah sebagai salah satu pemasok kebutuhan daging nasional. (GN-01)

 

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *