124 UMKM Ramaikan Street Food Jilid III, Adhan: Kota Harus Hidup hingga Malam Hari

124 UMKM Ramaikan Street Food Jilid III, Adhan: Kota Harus Hidup hingga Malam Hari
Pembukaan Street Food Jilid III yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo di kawasan Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Sabtu malam (20/06/2026).
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo — Sebanyak 124 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memadati pelaksanaan Street Food Jilid III yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo di kawasan Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Sabtu malam (20/06/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kota Tua Kampung Cina dan Kampung Arab itu secara resmi dibuka oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Turut hadir Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, serta Wali Kota Bitung Hengki Honandar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pembukaan Street Food Kota Tua berlangsung meriah dengan atraksi barongsai dan tarian samrah yang menjadi simbol akulturasi budaya di kawasan bersejarah tersebut. Ratusan warga tampak memadati lokasi untuk menikmati sajian kuliner sekaligus menyaksikan berbagai pertunjukan seni.

Dalam sambutannya, Wali Kota Adhan Dambea menegaskan komitmen Pemerintah Kota Gorontalo untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM.

“Saya tidak akan berhenti membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Silakan berjualan di mana saja, tetapi harus mematuhi aturan, terutama menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah setelah selesai berjualan,” kata Adhan.

Menurut Adhan, konsep Street Food bukan sekadar menghadirkan pusat kuliner, tetapi juga menjadi strategi pemerintah menghidupkan ruas-ruas jalan yang selama ini relatif sepi pada malam hari.

“Yang menjadi sasaran kita adalah jalan-jalan yang sepi. Harapannya kawasan ini menjadi ramai pada malam hari sehingga aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Adhan juga mengajak para pemilik toko di kawasan Kampung Cina dan Kampung Arab untuk membuka kembali pertokoannya pada malam hari agar suasana kawasan semakin hidup dan menarik minat masyarakat maupun wisatawan.

Ia menilai keberadaan lampion gantung yang telah dipasang di sepanjang kawasan tersebut semakin memperkuat nuansa khas Kota Tua, sehingga menjadi daya tarik baru bagi warga untuk berkunjung.

“Dengan toko-toko yang buka dan lampion yang menghiasi kawasan ini, suasana akan semakin indah. Saya berharap tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata malam baru di Kota Gorontalo,” katanya.

Pelaksanaan Street Food Jilid III yang melibatkan 124 pelaku UMKM tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Gorontalo dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui pengembangan ruang publik yang produktif, sekaligus menghidupkan kawasan Kota Tua sebagai pusat kuliner dan destinasi wisata malam. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *