GONETNEWS.COM, Bone Bolango – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, menjadi salah satu keluhan warga dalam reses masa persidangan 2026–2027 anggota DPR RI Rusli Habibie di Aula BPU Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (15/10/2026). Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM serta tingginya harga Pertalite di tingkat pengecer.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan bahwa antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) memanjang setiap hari. Sementara itu, harga Pertalite eceran disebut mencapai Rp20.000 per botol ukuran kecil dan Rp25.000 per botol ukuran besar.
Menanggapi keluhan tersebut, Rusli mengatakan kelangkaan BBM tidak serta-merta disebabkan oleh kesalahan pemerintah. Menurut dia, keterlambatan kedatangan kapal pengangkut minyak impor menjadi salah satu kendala yang memengaruhi pasokan.
Rusli juga mengaitkan kondisi pasokan dan kenaikan harga minyak dunia dengan ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia menyebut situasi tersebut turut mengganggu pengiriman minyak, termasuk adanya kapal yang terkendala di kawasan Selat Hormuz.
Mantan gubernur Gorontalo itu mengatakan pemerintah tidak memiliki niat untuk menyengsarakan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan kedatangan kapal turut berdampak pada penyaluran BBM ke Gorontalo.
Rusli mengajak masyarakat Gorontalo berdoa agar konflik di kawasan Timur Tengah segera berakhir. Ia berharap kondisi tersebut dapat segera membaik sehingga pengiriman minyak berjalan lancar dan pasokan BBM kembali normal.
Reses tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M.T. Mopili serta Sekretaris Partai Golkar yang juga anggota DPRD Provinsi Gorontalo Ghalieb Lahidjun. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo dan DPRD Kabupaten Bone Bolango serta jajaran pengurus Partai Golkar, termasuk Ketua DPD II dari Gorontalo Utara dan Bone Bolango. (GN-02)







