Lewat “Layar Merah, Akar Budaya”, ASOFI GO Dorong Film Gorontalo Berakar pada Tradisi

Talkshow "Layar Budaya Nusantara" Perkuat Identitas Bangsa Melalui Film Lokal
Asosiasi Orang Film Indonesia Gorontalo (ASOFI GO) menggelar talkshow bertajuk "Layar Budaya Nusantara untuk Merefleksikan Identitas Bangsa" pada Jumat (03/07/2026).
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Gorontalo – Asosiasi Orang Film Gorontalo (ASOFI GO) mulai menggerakkan upaya pelestarian budaya melalui dunia perfilman. Lewat talk show bertajuk “Layar Merah, Akar Budaya”, organisasi tersebut mengajak sineas muda menjadikan budaya Gorontalo sebagai sumber inspirasi utama dalam melahirkan karya-karya sinematik.

Talk show perdana itu digelar di Kantor ASOFI GO, Lantai 2 Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (03/07/2026), dengan menghadirkan para pegiat film, mahasiswa, dan komunitas kreatif.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua ASOFI GO, Benny Rumambi, mengatakan organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai rumah bersama bagi para filmmaker Gorontalo untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membangun industri perfilman daerah yang lebih maju.

Menurutnya, perkembangan industri kreatif saat ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan identitas Gorontalo melalui karya film yang kuat secara cerita sekaligus kaya akan nilai budaya.

“Selama ini Gorontalo memiliki begitu banyak tradisi, adat, cerita rakyat, hingga kearifan lokal yang belum banyak diangkat ke layar. Padahal itu merupakan kekuatan yang bisa menjadi ciri khas perfilman Gorontalo,” ujar Benny.

Ia menegaskan sineas muda, mulai dari sutradara, penulis naskah, produser, editor hingga seluruh kru produksi, memiliki tanggung jawab moral untuk memberi ruang lebih besar bagi kebudayaan lokal dalam setiap proses kreatif.

Menurut Benny, film bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi sekaligus dokumentasi budaya yang dapat dinikmati lintas generasi.

Melalui forum diskusi tersebut, ASOFI GO ingin menumbuhkan kesadaran bahwa karya film yang berakar pada budaya lokal memiliki peluang lebih besar untuk dikenal karena menawarkan identitas yang berbeda dibandingkan karya-karya lain.

Talk show menghadirkan Vick Dangkua sebagai host dengan narasumber Kepala Kantor Pelestarian Kebudayaan Mochammad Andri dan sutradara senior Tobrani.

Keduanya membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara kreativitas sineas dengan upaya mempertahankan keaslian nilai-nilai budaya ketika dituangkan ke dalam bahasa visual.

ASOFI GO berharap kegiatan “Layar Merah, Akar Budaya” menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi pembuat film Gorontalo yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga menjadikan budaya daerah sebagai identitas utama setiap karya yang dihasilkan. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *