GONETNEWS.COM, Kota Gorontalo – Agenda reses yang biasanya menjadi wadah masyarakat menyampaikan berbagai keluhan dan usulan pembangunan berubah menjadi ajang apresiasi terhadap Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Indriani Dunda. Hal itu terlihat saat legislator Fraksi NasDem tersebut menggelar reses masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025–2026 di Kelurahan Pilolodaa, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Jumat (03/07/2026).
Alih-alih menyampaikan daftar kebutuhan, ibu-ibu Majelis Taklim dan pengurus rukun duka yang hadir justru mengaku sudah tidak lagi memiliki banyak aspirasi untuk disampaikan. Mereka menilai berbagai kebutuhan masyarakat telah diperjuangkan Indriani selama dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Perwakilan peserta reses, Femi Amin, mengatakan masyarakat Pilolodaa bahkan merasa bingung jika diminta menyampaikan usulan baru karena perhatian yang diberikan Indriani selama ini dinilai sudah melampaui harapan mereka.
“Kami sudah bingung mau minta apa lagi. Selama dua periode Ibu Indriani menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, beliau sudah terlalu banyak membantu masyarakat Pilolodaa,” kata Femi.
Menurut Femi, kepedulian Indriani bukan hanya terlihat melalui perjuangannya menghadirkan program pemerintah, tetapi juga dalam membangun kekuatan sosial masyarakat. Indriani disebut menjadi salah satu pihak yang mendorong lahirnya Majelis Taklim dan rukun duka di Kelurahan Pilolodaa.
Tak hanya sampai pada pembentukan organisasi, Indriani juga memfasilitasi berbagai kebutuhan kelompok tersebut dan terus memberikan dukungan hingga saat ini.
“Ibu Indriani bukan hanya membantu membentuk majelis taklim dan rukun duka, tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan kami. Sampai sekarang bantuan itu masih terus diberikan,” ujarnya.
Kedekatan Indriani dengan masyarakat, lanjut Femi, juga terlihat dari kepeduliannya terhadap persoalan sosial. Legislator tersebut kerap menjenguk anggota majelis taklim yang sakit, hadir ketika warga mengalami musibah kematian dengan membawa bantuan, hingga memenuhi undangan masyarakat yang menggelar hajatan.
Karena itu, kata Femi, harapan masyarakat dalam reses kali ini bukan lagi meminta program baru, melainkan agar Indriani tetap berada di DPRD Provinsi Gorontalo sehingga dapat terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Kota Gorontalo.
“Kami hanya berharap Ibu Indriani tetap berada di DPRD Provinsi Gorontalo supaya terus menjadi penyambung aspirasi masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal itu, Indriani Dunda mengatakan reses bukan sekadar forum menerima keluhan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memperoleh manfaat dari berbagai program pemberdayaan yang diperjuangkan di DPRD.
Meski tidak banyak aspirasi baru yang muncul dalam pertemuan tersebut, Indriani memastikan Kelurahan Pilolodaa tetap menjadi salah satu wilayah yang akan mendapat perhatian melalui berbagai program pemberdayaan, di antaranya bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), program pemberdayaan perempuan kepala keluarga (PEKKA), serta pelatihan keterampilan bagi generasi Z.
“Reses adalah kesempatan untuk memastikan masyarakat tetap menjadi bagian dari program-program yang kami perjuangkan. Walaupun hari ini tidak banyak permintaan yang disampaikan, perhatian kepada warga Pilolodaa akan tetap menjadi prioritas melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat,” kata Indriani. (GN-01)









