Jangan Anggap Remeh! Dahnil Sebut Kondisi Kesehatan yang Bisa Menghambat Haji 2027

Jangan Anggap Remeh! Dahnil Sebut Kondisi Kesehatan yang Bisa Menghambat Haji 2027
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan sambutan pada Pengajian Akbar Jemaah Haji Provinsi Gorontalo di Masjid Al Muqarrabin, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Minggu (1/11/2026).

GONETNEWS.COM, Gorontalo – Kesempatan berangkat haji pada 2027 bisa terhambat bukan hanya karena persoalan administrasi dan biaya, tetapi juga kondisi kesehatan calon jemaah. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan jemaah haji Provinsi Gorontalo agar tidak menganggap remeh persiapan fisik sejak dini.

Dahnil meminta jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan 1448 Hijriah atau 2027 Masehi mulai membangun kebiasaan hidup sehat. Menjaga pola makan, memperhatikan asupan makanan, serta rutin berolahraga menjadi langkah penting yang harus dilakukan jauh sebelum tiba waktu keberangkatan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, olahraga tidak harus berat. Dahnil menyarankan jemaah membiasakan jalan kaki secara rutin pada pagi atau sore hari untuk melatih ketahanan fisik menghadapi rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina.

Peringatan tersebut berkaitan dengan persyaratan istithaah kesehatan haji yang diterapkan Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Dalam ketentuan kesehatan haji 2027, terdapat sejumlah kondisi medis yang menjadi perhatian serius dalam menentukan kemampuan jemaah untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Beberapa di antaranya adalah demensia atau pikun berat dan gangguan kognitif, gagal ginjal kronis, penyakit paru-paru kronis, gagal jantung berat, serta penyakit menular aktif.

Selain itu, kanker aktif atau stadium lanjut, kerusakan hati tingkat lanjut, hingga penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit autoimun juga menjadi perhatian. Termasuk kehamilan dengan risiko tinggi.

Dahnil menegaskan, jemaah tidak boleh baru memikirkan kesehatan ketika mendekati jadwal keberangkatan. Persiapan harus dimulai sekarang agar kondisi fisik benar-benar siap saat menjalankan ibadah haji.

“Kita ingin jemaah berangkat seratus persen dan pulang kembali dengan jumlah yang utuh seratus persen. Karena itu, mulai sekarang jaga kesehatan, jaga makanan, dan rutin berolahraga. Minimal jalan pagi atau sore,” pesan Dahnil.

Menurutnya, ibadah haji bukan perjalanan biasa. Jemaah akan menghadapi rangkaian aktivitas yang membutuhkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuh. Karena itu, kesiapan kesehatan menjadi bagian penting dari persiapan menuju Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan Dahnil saat memberikan sambutan pada Pengajian Akbar Jemaah Haji Provinsi Gorontalo di Masjid Al Muqarrabin, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kapolda Gorontalo Inspektur Jenderal Polisi Nurworo Danang, S.I.K., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo Mansur Basir, serta jemaah haji dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Bone Bolango.

Melalui imbauan tersebut, Dahnil berharap jemaah haji Gorontalo tidak hanya mempersiapkan dokumen dan kebutuhan keberangkatan, tetapi juga memastikan kesehatan menjadi prioritas utama.

Sebab, targetnya bukan sekadar bisa berangkat ke Tanah Suci, melainkan mampu menuntaskan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke Gorontalo dalam keadaan selamat. (GN-01)

 

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *