GONETNEWS.COM, Gorut – Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo Utara menorehkan capaian strategis di tingkat nasional setelah 12 dosennya berhasil menembus pendanaan hibah penelitian dan pengabdian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, di tengah seleksi superketat yang hanya meloloskan sekitar 15 persen proposal.
Data DPPM mencatat, dari 83.284 usulan yang masuk secara nasional, hanya 13.028 proposal yang didanai dengan total anggaran Rp1,043 triliun. Di tengah kompetisi tersebut,Unisan Gorut mampu menempatkan 12 dosennya sebagai penerima hibah, menegaskan daya saing institusi di level nasional.
Rektor Unisan Gorut, Fatmah M. Ngabito, menilai capaian ini sebagai indikator konkret kualitas akademik dosen yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga adaptif terhadap standar nasional penelitian.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa dosen kita mampu membaca arah kebijakan riset nasional dan menerjemahkannya ke dalam proposal yang kuat dan relevan,” ujarnya, Sabtu (11/04/2026).
Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan hasil konsolidasi arah riset yang terstruktur melalui LPPM, dengan mengacu pada Rencana Induk Riset Nasional serta selaras dengan agenda pembangunan dalam Astacita Presiden.
Pendekatan itu, lanjutnya, memastikan penelitian dosen tidak berjalan sporadis, melainkan terhubung dengan prioritas nasional sekaligus menjawab persoalan riil di daerah.
Dalam hasil seleksi, dua dosen Unisan Gorut lolos pada skema Penelitian Fundamental, yakni Afriana Lomagio dan Fitrianti, sementara 10 lainnya masuk skema Penelitian Dosen Pemula: Endah Rizki Ekwanto, Marlin Lasena, Suparti Uno, Zufrianto K. Dunggio, Nurbaiti Siti Masita, Agustina Watt U Gubali, Rizkiyanto Ibrahim, Nurannisa D. Paemo, La Diu Sami, dan Rusni Harun.
Rektor menegaskan, capaian ini akan dijadikan pijakan untuk akselerasi peningkatan kualitas riset, termasuk memperkuat pendampingan proposal dan tata kelola penelitian.
“Target kami jelas, memperbesar penetrasi hibah nasional dan memastikan riset Unisan Gorut tidak berhenti pada publikasi, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” kata Fatmah.
Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Unisan Gorut sebagai perguruan tinggi yang mulai konsisten membangun tradisi riset, dengan orientasi pada kualitas, relevansi, dan kontribusi nyata di tingkat nasional. (GN-RLS)











