GONETNEWS.COM, Gorontalo – Universitas Ichsan Gorontalo bekerja sama dengan BNNP Gorontalo melaksanakan sosialisasi terkait bahaya narkoba dan terorisme, yang berlangsung di aula lantai 3 kampus tersebut, Rabu (22/04/2026).
Wakil Rektor I Bidang Akademik UNISAN Gorontalo, Amiruddin, mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari kerja sama antara pihak kampus dengan BNN di tingkat provinsi dan kota.
Ia menjelaskan, sosialisasi yang juga berkolaborasi dengan Densus 88 tersebut dinilai sangat penting bagi lingkungan kampus.
“Kami berharap mahasiswa benar-benar memahami bahaya narkoba dan terorisme di Indonesia, khususnya di Gorontalo, terlebih di lingkungan kampus,” ujar Amiruddin.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk berperan sebagai agen perubahan dan garda terdepan dalam upaya pencegahan, sehingga kampus dapat terhindar dari ancaman narkoba maupun paham radikal.
Sementara itu, anggota tim pencegahan Densus 88 wilayah Gorontalo, Riyan Rinaldi Dama, menyampaikan sejumlah materi terkait pencegahan tindak pidana terorisme yang bersumber dari Mabes Polri.
Menurut dia, sejak 2021 Densus 88 telah mengintensifkan upaya pencegahan dengan membentuk tim intelijen terbuka yang aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Dari data yang kami miliki, penyebaran paham terorisme banyak dilakukan melalui media sosial dan game online, dengan pola perekrutan dan propaganda yang menyasar generasi muda,” kata Riyan.
Ia menambahkan, kelompok yang paling rentan menjadi sasaran adalah perempuan, anak-anak, dan remaja.
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi dengan menggandeng perguruan tinggi agar mahasiswa memahami cara mencegah tindak pidana terorisme di lingkungan kampus.
Untuk memperkuat upaya tersebut, pihak UNISAN Gorontalo juga berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus guna mendukung pencegahan narkoba dan terorisme di lingkungan kampus. (GN -01)











