GONETNEWS.COM, Bone Bolango – Suasana Ramadhan di masjid selalu menghadirkan nuansa yang berbeda. Selain melaksanakan salat tarawih, jamaah juga mendapatkan tambahan ilmu melalui kegiatan kultum atau kuliah tujuh menit yang rutin dilaksanakan sebelum salat tarawih.
Pada salah satu kesempatan kultum Ramadhan, tausiyah tentang keutamaan malam Lailatul Qadar disampaikan dengan penuh percaya diri oleh Rifaliah Putri Didipu, yang ternyata masih merupakan santri kelas V MIM Al Munawarah.
Dalam penyampaiannya, Rifaliah menjelaskan bahwa bulan Ramadhan memiliki satu malam yang sangat istimewa, yakni malam Lailatul Qadar yang keutamaannya disebutkan langsung dalam Al-Qur’an.
“Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 3: Lailatul qadri khairun min alfi syahr, yang artinya malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga menjelaskan bahwa seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, jika seorang muslim beribadah dengan sungguh-sungguh pada malam tersebut, maka pahalanya seakan-akan beribadah selama puluhan tahun.
“Jika kita beribadah dengan sungguh-sungguh pada malam Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti beribadah lebih dari 83 tahun. MasyaAllah, sangat besar pahala yang Allah berikan kepada kita,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa pada malam Lailatul Qadar para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan bagi hamba-hamba Allah. Malam tersebut juga dipenuhi kedamaian hingga terbitnya fajar.
Rifaliah juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan,” kutipnya dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Dalam kultum tersebut, ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amalan di malam-malam terakhir Ramadhan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta memohon ampun kepada Allah.
Di akhir tausiyahnya, Rifaliah menutup dengan sebuah pantun sebagai bentuk penghormatan kepada jamaah yang hadir.
Kultum tersebut berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Masjid Al Mukhlisin, Desa Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan yang memberikan tambahan ilmu serta motivasi bagi jamaah untuk meningkatkan ibadah di bulan suci. (GN-RLS)










