GONETNEWS.COM, Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) menjadi motor penggerak transformasi pertanian digital di Indonesia. Peran generasi muda dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang modern, produktif, dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.
Dorongan tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Gorontalo seiring pelaksanaan Temu Profesi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan yang menjadi salah satu agenda hari ketiga rangkaian Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 di Aula SMAN 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (22/06/2026).
Pertemuan yang diikuti perwakilan DPM dan DPA dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah dalam mempercepat transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas pengintegrasian kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), digitalisasi pemasaran, serta teknologi pertanian presisi yang dipadukan dengan kearifan lokal sebagai strategi meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian nasional.
Selain itu, para Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan berkomitmen mendorong semakin banyak generasi muda terjun ke sektor pertanian. Mereka menilai paradigma agribisnis perlu diubah dari sekadar memenuhi kebutuhan pasar domestik menjadi usaha tani yang mampu menghasilkan komoditas unggulan berorientasi ekspor.
Forum tersebut juga menegaskan peran DPM dan DPA sebagai tulang punggung percepatan swasembada pangan nasional melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Modernisasi pertanian dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.
Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Habibie menyampaikan apresiasi atas kehadiran DPM dan DPA dari seluruh Indonesia dalam rangkaian PENAS XVII KTNA 2026.
Menurut Pemerintah Provinsi Gorontalo, kehadiran para duta tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat regenerasi petani sekaligus mempercepat adopsi teknologi digital di sektor pertanian. Melalui inovasi dan kolaborasi lintas daerah, petani muda diharapkan mampu menjadi penggerak utama pembangunan pertanian yang lebih maju, efisien, dan berdaya saing global.
PENAS XVII KTNA 2026 dinilai tidak hanya menjadi ajang silaturahmi insan pertanian Indonesia, tetapi juga menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan dan komitmen dalam mempercepat transformasi pertanian menuju era digital.
Melalui Temu Profesi DPM dan DPA, Gorontalo kembali menegaskan posisinya sebagai pusat konsolidasi petani dan nelayan nasional yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. (GN-01)










