Majelis Taklim Nurul Huda Belajar Hidroponik, Botol Bekas Disulap Jadi Media Tanam Sayuran

Majelis Taklim Nurul Huda Belajar Hidroponik, Botol Bekas Disulap Jadi Media Tanam Sayuran
Para anggota majelis taklim mendapatkan pelatihan teknik budidaya hidroponik sederhana untuk skala rumah tangga. Dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam.

, Kota Gorontalo – Upaya memberdayakan perempuan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dilakukan Majelis Taklim (MT) Nurul Huda, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Kali ini, para anggota majelis taklim mendapatkan pelatihan teknik budidaya hidroponik sederhana untuk skala rumah tangga. Dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam, mereka belajar membudidayakan berbagai jenis sayuran, seperti sawi dan selada.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya keterampilan bercocok tanam, para peserta juga dibekali pengetahuan membuat pupuk organik berbahan dasar limbah dapur. Pelatihan tersebut dipandu langsung oleh instruktur yang memiliki keahlian di bidangnya, di Halaman masjid, Minggu (08/11/2026).

Ketua MT Nurul Huda, Nansi Zakaria, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberdayakan anggota majelis taklim sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis agar limbah dapur dapat diolah menjadi pupuk organik cair dan botol bekas memiliki nilai guna sebagai media tanam.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anggota majelis taklim memiliki keterampilan baru. Limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, yang juga bertindak sebagai pembina MT Nurul Huda, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat berdaya dan berdampak.

Menurut Indriani, pelatihan ini bukan hanya mengasah keterampilan para ibu dalam bidang pertanian, tetapi juga membuka peluang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebatas pelatihan, melainkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi anggota majelis taklim.

Sebagai tindak lanjut, bibit sawi dan selada yang telah ditanam akan dipantau perkembangannya selama 40 hari ke depan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan budidaya hingga memasuki masa panen.

Menariknya, hasil panen nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Sayuran yang dihasilkan juga berpeluang dipasarkan, dengan hasil penjualannya menjadi tambahan pemasukan kas Majelis Taklim Nurul Huda.

Melalui kegiatan ini, majelis taklim diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga wadah pemberdayaan perempuan yang mampu melahirkan kegiatan produktif, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi. (GN-01)

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *