Mahasiswa Unisan Gorut Bawa Nilai Budaya Gorontalo Raih Pengakuan Internasional

Mahasiswa Unisan Gorut Bawa Nilai Budaya Gorontalo Raih Pengakuan Internasional
Foto Istimewa
banner 468x60

GONETNEWS.COM, Gorut – Nilai-nilai budaya Gorontalo kembali mendapat pengakuan di panggung akademik internasional. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo Utara, Tirsa Febrianti Liputo, meraih penghargaan Best Governance Policy with Local Wisdom pada The 8th International Conference on Religious and Cultural Sciences (INCRECS) yang digelar Sabtu (25/07/2026).

Penghargaan tersebut diraih melalui penelitian berjudul Reconstructing Public-Sector Accountability Through Indigenous Cultural Values yang merekonstruksi konsep akuntabilitas sektor publik dengan menjadikan nilai-nilai budaya lokal Gorontalo sebagai landasan tata kelola pemerintahan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penelitian yang dibimbing Dr. Nurjana Suleman, M.Ak., Fitrianti, M.Ak., dan Novita Adam, M.Ak. itu menawarkan perspektif bahwa akuntabilitas tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan dan kelengkapan administrasi, tetapi juga dari integritas, kejujuran, transparansi, komitmen, serta tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Gagasan tersebut memperoleh apresiasi dari forum ilmiah internasional karena dinilai berhasil menghubungkan ilmu akuntansi, tata kelola sektor publik, dan kearifan lokal sebagai fondasi kebijakan pemerintahan yang lebih etis, substantif, serta berorientasi pada kepentingan publik.

Rektor Unisan Gorontalo Utara, Dr. Fatmah M. Ngabito, S.IP., M.Si., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu menghasilkan karya ilmiah yang memiliki daya saing internasional tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Ichsan Gorontalo Utara. Mahasiswa kami mampu membuktikan bahwa nilai-nilai budaya Gorontalo dapat berkembang menjadi gagasan ilmiah yang relevan dan memperoleh pengakuan di forum internasional,” katanya.

Menurut Fatmah, capaian tersebut juga menunjukkan meningkatnya kualitas akademik Unisan Gorontalo Utara melalui kolaborasi erat antara mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan publik.

Sementara itu, Dekan FEB Unisan Gorontalo Utara, Dr. Parmin Ishak, M.Ak., mengatakan partisipasi mahasiswa dan dosen pada konferensi internasional merupakan bagian dari strategi fakultas untuk memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, dan memperluas jejaring akademik global.

“Kami ingin membangun budaya akademik yang menempatkan mahasiswa sebagai mitra aktif dalam penelitian. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga didorong menyusun karya ilmiah, mempresentasikan hasil penelitian, dan berdialog dengan komunitas akademik internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut sejalan dengan program yang telah tertuang dalam Rencana Strategis Unit Pengelola Program Studi (Renstra UPPS) FEB dan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Unisan Gorontalo Utara.

Pada INCRECS ke-8, FEB Unisan Gorontalo Utara juga dipercaya menjadi salah satu co-host penyelenggara konferensi. Selain penelitian Tirsa yang meraih penghargaan, sivitas akademika FEB mempresentasikan tiga penelitian lainnya yang mengangkat isu deteksi manipulasi laba pada perusahaan manufaktur Indonesia, praktik akuntansi dalam tradisi Hileiya masyarakat Gorontalo, serta efektivitas anggaran penanganan stunting.

Keikutsertaan tersebut memperlihatkan arah pengembangan keilmuan FEB Unisan Gorontalo Utara yang tidak hanya berfokus pada akuntansi dan tata kelola modern, tetapi juga menempatkan budaya Gorontalo sebagai sumber pengetahuan dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan publik.

Selain menjadi co-host dan mempresentasikan empat penelitian, dosen serta tenaga akademik FEB Unisan Gorontalo Utara turut mengikuti seluruh rangkaian konferensi sebagai partisipan. Keterlibatan itu dinilai memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi dan peneliti dari berbagai negara.

Raihan penghargaan Best Governance Policy with Local Wisdom menjadi penegasan bahwa gagasan yang lahir dari Gorontalo Utara mampu bersaing di tingkat internasional. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kearifan lokal tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber inovasi ilmiah yang relevan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (GN-RLS)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *